Wallahu A’lam

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” overlay_opacity=”0.5″ video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” […]

Harlah, Natal dan Maulid

Oleh: Abdurrahman Wahid* Penggunaan ketiga kata di atas dalam satu nafas, tentu banyak membuat orang marah. Seolah-olah penulis menyamakan ketiga peristiwa itu, karena bagi kebanyakan kaum Muslimin, satu dari yang lain sangat berbeda artinya. Harlah (hari lahir) digunakan untuk menunjuk kepada saat kelahiran seseorang atau sebuah institusi. Dengan demikian, ia memiliki “arti biasa” yang tidak […]

Al-Ma’idah 51 Menurut Pakar Tafsir Al-Qur’an

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” overlay_opacity=”0.5″ video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_text]

Menjelang pemilihan gubernur D.K.I. Jakarta, kontestasi politik semakin memanas. Isu-isu agama pun ikut dimanfaatkan di dalamnya. Pernyataan salah satu kandidat petahana, Basuki “Ahok Tjahaja Purnama, di sebuah kesempatan menjadi pemicu. Pasalnya, Ahok melontarkan sebuah pernyataan berkaitan dengan penggunaan tafsir surat Al-Maidah ayat 51. Oleh sebagian kalangan umat Islam, pernyataan tersebut dianggap sebagai penghinaan atas Al-Qur’an.

Apa dan bagaimana sebenarnya ayat yang diperdebatkan itu? Berikut ini adalah tulisan dari seorang pakar tafsir dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, yang juga ketua Asosiasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir se-Indonesia, yang kami kutipkan dari laman media sosial beliau.

Baca selengkapnya tentangAl-Ma’idah 51 Menurut Pakar Tafsir Al-Qur’an

Jihadis atau Teroris?

sang Kyai
Salah satu perjuangan kaum santri dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI (ilustrasi dari film Sang Kyai)

Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, sederet nama dengan titel Haji dan Kyai Haji bahu-membahu untuk memperjuangkan kemerdekaan dari kekuasaan kolonialis dan imperialis. Kepemimpinan mereka disokong oleh loyalitas santri dan masyarakat sekitar yang kebanyakan adalah kaum awam dalam beragama. Mereka semua–baik yang mengenal agama dengan baik ataupun yang tidak–memanggul senjata, terluka, cacat seumur hidup dan tidak sedikit yang meregang nyawa. Tujuannya adalah merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta menegakkan agama Allah. Baca selengkapnya tentangJihadis atau Teroris?

Apresiasi Dunia Islam Terhadap Karya Ulama Nusantara

Sirâj at-Thâlibîn

Siraj at-Thalibin Terbitan DKI 2014. Sumber: al-ilmiyah.com
Siraj at-Thalibin Terbitan DKI 2014. Sumber: al ilmiyah.com

Sirâj at-Thâlibîn. Pernah mendengar karya tulis dengan judul di atas? Kalau sama sekali belum, tidak mengapa dan tidak majalah! Eh, masalah! Maklum, karya tulis ini jarang dipublikasi dan gegap gempita media tidak mau menjadikannya viral. Tapi, bukannya ia tidak masyhur. Bagi kalangan tertentu, karya ini sudah sangat familiar dan masuk dalam kategori buku yang sangat diminati dan banyak dicari. Dari awal penerbitannya hingga sekarang, sudah ratusan ribu copy dan puluhan kali naik cetak. Hanya saja dalam sampulnya tidak tertera logo Best Seller layaknya buku-buku terbitan sekarang. Baca selengkapnya tentangApresiasi Dunia Islam Terhadap Karya Ulama Nusantara

Membela dengan Sastra: Santri, Ronggeng, dan PKI*

(Pidato Kebudayaaan Ahmad Tohari: Membela dengan Sastra) Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh Hadirin yang saya hormati, SEJAK Indonesia merdeka pada tahun 1945 telah muncul tiga dokumen yang berisi konsep kebudayaan Indonesia. Ketiga dokumen kebudayaan itu adalah Surat Kepercayaan Gelanggang (SKG, 1951); Mukaddimah Lembaga Kesesenian Rakyat (LEKRA,1956); dan Manifest Kebudayaan (MK, 1963). Konsep kebudayaan yang dicitakan dalam […]

Robohnya Langgar mbah Dirman

Essay ini dapat dianggap sebagai sebuah teaser, bagian pendahuluan, dari rencana sebuah serial yang akan menceritakan sejarah perkembangan otoritas wacana dan epistemologi ilmu-ilmu keislaman. Berbasis pada historiografi peradaban Islam, bagian inti dari serial ini juga akan menggunakan 3 periodesasi umum sejarah islam: masa klasik, pertengahan, dan modern. Serial ini bertujuan untuk memberikan gambaran sederhana dan […]

Pertandingan Terakhir Sang Petinju Sufi: Melawan Ekstrimisme dan Islamofobia

Hari ini (Sabtu, 4 Juni 2016) dunia berduka. Seorang ikon sekaligus legenda dunia telah pulang ke pangkuan Sang Khaliq. Dia lahir di Lousiville, Kentucky-Amerika Serikat, pada tanggal 17 Januari 1942, dengan nama Cassius Marcellus Clay, pemegang rekor 3 kali juara tinju kelas berat. Pada Olimpiade Roma tahun 1960, Cassius Clay menjadi salah satu anggota kontingen Amerika […]

Ibnu Khaldun*

Ibnu Khaldun adalah seorang intelektual muslim di Afrika Utara yang hidup di abad ke-14 hingga awal abad ke-15, bersamaan dengan masa-masa runtuhnya Majapahit dan berdirinya kerajaan Demak di sini. Pemikiran-pemikirannya di bidang keilmuan sosial, terutama sejarah dan historiografi (ilmu penulisan sejarah), sosiologi, politik dan juga ekonomi, menjadi fondasi penting bangunan ilmu-ilmu sosial modern, social sciences. […]

Adakah Sistem Islami?*

Oleh: K.H. Abdurrahman Wahid (Presiden ke-4 RI dan Pengasuh Pesantren Ciganjur) Dalam kitab suci al-Qur’an disebutkan: “masuklah kalian ke dalam Islam (kedamaian) secara penuh” (أدخلوا في السلم كافّة) (QS al-Baqarah (2): 128). Di sinilah terletak perbedaan pendapat sangat fundamental di antara kaum muslimin. Kalau kata “al-silmi” diterjemahkan menjadi kata Islam, dengan sendirinya harus ada sebuah […]