Menyoal Sertifikasi Khatib

Beberapa pekan terakhir ini, publik digegerkan wacana Kementerian Agama (Kemenag) yang akan melakukan program sertifikasi khatib. Meskipun kemudian dibantah oleh pihak Kemenag, namun beritanya sudah viral dan menuai pro-kontra di kalangan masyarakat muslim. Tulisan berikut mencoba melihat isu ini dari sudut pandang lain. Dengan menjauhi dari posisi pro maupun kontra, mari kita melakukan pembacaan agak mendalam […]

Mengawal Putusan Fatwa

Sikap reaksional dari teman-teman kita yang berhasrat mengawal putusan fatwa MUI mengilhami mereka untuk mendeklarasikan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI). Kita bertanya, apakah tindakan mereka sesuai dengan koridor hukum per-fatwa-an dan, selanjutnya, dapat dibenarkan? Kita harus melakukan cek-ricek tentang materi ini. Kalau tidak, kita akan mudah tergerus arus, membela yang tidak sepatutnya dibela dan membuang-buang energi untuk hal yang tidak diperlukan. Baca selengkapnya tentangMengawal Putusan Fatwa

Mengerjakan Hal yang Tidak Pernah Dilakukan Oleh Nabi, Bolehkah? (selesai)

Perbuatan yang tidak dilakukan Nabi Banyak dari kita yang terburu-buru menjatuhkan hukum bid’ah, makruh, dan haram terhadap praktek-praktek tertentu hanya dengan berdasar pada dalil “perbuatan itu tidak dilakukan Nabi”. Seolah-olah segala perbuatan yang tidak dilakukan Nabi tersebut adalah bid’ah, makruh atau haram. Bagaimana hukumnya jika kita melakukan perbuatan yang tidak dilakukan Nabi. Ketidakmauan Nabi Saw. […]

Harlah, Natal dan Maulid

Oleh: Abdurrahman Wahid* Penggunaan ketiga kata di atas dalam satu nafas, tentu banyak membuat orang marah. Seolah-olah penulis menyamakan ketiga peristiwa itu, karena bagi kebanyakan kaum Muslimin, satu dari yang lain sangat berbeda artinya. Harlah (hari lahir) digunakan untuk menunjuk kepada saat kelahiran seseorang atau sebuah institusi. Dengan demikian, ia memiliki “arti biasa” yang tidak […]

Al-Ma’idah 51 Menurut Pakar Tafsir Al-Qur’an

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” overlay_opacity=”0.5″ video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_text]

Menjelang pemilihan gubernur D.K.I. Jakarta, kontestasi politik semakin memanas. Isu-isu agama pun ikut dimanfaatkan di dalamnya. Pernyataan salah satu kandidat petahana, Basuki “Ahok Tjahaja Purnama, di sebuah kesempatan menjadi pemicu. Pasalnya, Ahok melontarkan sebuah pernyataan berkaitan dengan penggunaan tafsir surat Al-Maidah ayat 51. Oleh sebagian kalangan umat Islam, pernyataan tersebut dianggap sebagai penghinaan atas Al-Qur’an.

Apa dan bagaimana sebenarnya ayat yang diperdebatkan itu? Berikut ini adalah tulisan dari seorang pakar tafsir dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, yang juga ketua Asosiasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir se-Indonesia, yang kami kutipkan dari laman media sosial beliau.

Baca selengkapnya tentangAl-Ma’idah 51 Menurut Pakar Tafsir Al-Qur’an

Dari Mufti untuk Negri

Kacang Manut Lanjaran Seorang bawahan akan mengikuti instruksi atasannya, muslim awam akan taat kepada fatwa ulamanya, seorang prajurit akan meletakan komando di atas kepalanya dan pepatah Jawa Banyumasan mengatakan  kacang manut lanjaran. Rakyat, bawahan, prajurit dan orang awam ibarat buntut, ke mana kepala bergerak dia akan ikut, bagaimana bentuk dan ke mana lanjaran dipancang, kacang […]

Penghargaan Haji Award Untuk Photo Selfi dengan Jumlah Like Terbanyak

Ribuan photo selfi berlatar Ka’bah, Masjid Nabawi, padang Arafah, Mas’a (tempat sa’i), Muzdalifah, Mina  dan tempat suci lainnya menghiasi jagad medsos dengan berbagai macamnya. Sebagian dari mereka berselfi untuk mengabadikan momen langka yang kemungkinan besar hanya dapat terjadi sekali seumur hidup. Sebagian yang lain ingin menunjukan (dengan bangga) bahwa mereka telah dapat memenuhi panggilan Allah […]

Haji, Ibadah Irasional nan Spesial

Satu-satunya ritual ibadah–dalam agama Islam–yang mendatangkan gelar setelah ditunaikan adalah haji (hususnya bagi kaum muslimin Asia Tenggara). Haji juga masuk dalam kategori ibadah yang “irasional” (baca: aneh) dan terasa sangat spesial. Makanya, tidak berlebihan apabila orang yang telah menunaikannya disebut dengan Pak Haji Fulan dan Bu Hajah Fulanah. Ritual dalam ibadah haji memang sungguh aneh. […]

Jihadis atau Teroris?

sang Kyai
Salah satu perjuangan kaum santri dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI (ilustrasi dari film Sang Kyai)

Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, sederet nama dengan titel Haji dan Kyai Haji bahu-membahu untuk memperjuangkan kemerdekaan dari kekuasaan kolonialis dan imperialis. Kepemimpinan mereka disokong oleh loyalitas santri dan masyarakat sekitar yang kebanyakan adalah kaum awam dalam beragama. Mereka semua–baik yang mengenal agama dengan baik ataupun yang tidak–memanggul senjata, terluka, cacat seumur hidup dan tidak sedikit yang meregang nyawa. Tujuannya adalah merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta menegakkan agama Allah. Baca selengkapnya tentangJihadis atau Teroris?

Robohnya Langgar mbah Dirman

Essay ini dapat dianggap sebagai sebuah teaser, bagian pendahuluan, dari rencana sebuah serial yang akan menceritakan sejarah perkembangan otoritas wacana dan epistemologi ilmu-ilmu keislaman. Berbasis pada historiografi peradaban Islam, bagian inti dari serial ini juga akan menggunakan 3 periodesasi umum sejarah islam: masa klasik, pertengahan, dan modern. Serial ini bertujuan untuk memberikan gambaran sederhana dan […]